Thursday, December 09, 2010

Perahu Kertas - Dee

Hati kamu mungkin memilihku, seperti juga hatiku selalu memilihmu. Tapi hati bisa bertumbuh dan bertahan dengan pilihan lain. Kadang, begitu saja sudah cukup. Sekarang pun aku merasa cukup.

– Perahu Kertas - Dee
Hati tidak pernah memilih. Hati dipilih. Jadi, kalau Keenan bilang, Keenan telah memilih saya, selamanya Keenan tidak akan pernah tulus mencintai saya. Karena hati tidak perlu memilih. Ia selalu tahu ke mana harus berlabuh.

– Perahu Kertas - Dee
 
Carilah orang yang nggak perlu meminta apa-apa tapi kamu mau memberikan segala-segalanya.

– Perahu Kertas - Dee
Kepala kamu akan selalu berpikir menggunakan pola ‘harusnya’, tapi yang namanya hati selalu punya aturan sendiri. Ini urusan hati. Berhenti berpikir pakai kepala. Secerdas-cerdasnya otak kamu, nggak mungkin bisa dipakai untuk mengerti hati. Dengerin aja hati kamu.

– Perahu Kertas - Dee
Pada akhirnya, tidak ada yang bisa memaksa. Tidak juga janji, atau kesetiaan. Tidak ada. Sekalipun akhirnya dia memilih untuk tetap bersamamu, hatinya tidak bisa dipaksa oleh apa pun, oleh siapa pun.

– Perahu Kertas - Dee

Tuesday, December 07, 2010

Foolish

Mengetahui bahwa kamu tidak peduli itu sakit
Aku telah berharap terlalu tinggi akan dirimu
Sepertinya semua harapanku telah sia-sia
Yang aku dapati hanyalah kamu yang semakin menjauh
Kamu yang terus berjalan tanpa menolehku
Dan kamu yang berlari lurus kepadanya
Semantara aku?
Aku mendapati diriku berdiri sendiri di sini
Menggapai bayanganmu yang semu yang kian menjauh
Dan menunggu uluran tangan kasih-sayang untuk membantuku bertahan

Ini semua salahku
Aku yang terlalu bodoh untuk terus menunggumu
Andai saja aku tidak terlalu jatuh dalam perasaan ini
Mungkin aku tidak akan merasakan luka karenamu
Setiap detik yang kugunakan untuk memikirkanmu itu sampah
Masih sebegitu sulitkah aku untuk memahami?
Bahwa kamu tidak menginginkanku
Tidak pernah menginginkanku
Dan tidak akan menginginkanku
Masih sulitkah itu untuk dimengerti?

Aku

Aku lebah yang terbang kehilangan arah
Aku ombak yang pecah membentur karang
Aku ladang yang tiada benih ditanamnya

Aku tersesat
Terluka
Dan sendiri

A Story Between Us part I

I remember the first day I knew you. You sat beside me, no talked at all but from that moment I began to really see you. You made a joke and I laughed. How happy I was at there. I realized that I started interesting with you.

But next day, next week, and next month passed and I was busy to prepare about PSCS 2010. So for a while, I forgot anything about you. I didn't know why, maybe that was because I didn't have any special feel at that moment.

At 6th October 2010, I was surprise because I had to publish PSCS 2010 to many places and guess what, I would going out with you. I was speechless.

I remember clearly, I sat behind on you on your motorbike. We went to many places and laughed together. I remember we ate together at eureka even it just about 15 minutes because our friends came and joined with us. 

I remember we went to junior high school 3 and we waited for long time enough at there. We talked together and stand near each other. Some students at there started to call your name, but you told me that honestly, you didn't know them. You said in whisper to my ear.

I remember there was 2 women who looked at us with a weird seeing, then I asked to you ...

  • Me   :  Why did those women look at us like that?
  • Him  :  Haha, they thought that we are in a relationship and in date.
  • Me   :  Oh that must be kidding -___-
  • Him  :  I don't give a matter. Hey mam, we are already married, so what?
  • Me   :  *clap my hand to his helmet and laughing*

Then we went to MOG. I remember I made you in hurry because I had to give my friend's helmet back. Then you offered me that you would take me home this afternoon but I ignored it. DAMN I'M SO REGRET NOW!

I remember our first tweets. And the most I remember is when you gave me your special tweet. Oh you will never know how happy I was. Now, I realize that I am falling in love with you. Oh damn that is very crazy.

Day by day I start to understand. You are far enough to reach. I'm not your type. I can't make you to see me. I am invisible on your eyes. So many reasons why I am not suitable to stand beside you. I try to forget you but I can't.

Just seeing you at a distance maybe is all I can do
Just keeping the hurt when I can't tell you what I really feel maybe is the best

Thursday, November 25, 2010

So Close

I start to spell an alphabet one by one
A   B   C   D
Stop, that is my name. Then I continue to spell again
E
Stop, that is your name
I realize that our alphabets are so close
I wish we can be like that, as close as our alphabets do
Can we?

Saturday, November 20, 2010

Forgetting

Melupakan itu butuh proses
Entah panjang atau singkat bagiku sama saja
Menggunakan kata ‘benci’ mungkin mempercepat
Tetapi itu hanya menambah kepenatan, bukan kelegaan

Melupakan mungkin bersahabat dengan rasa sakit dan kesepian
Mereka selalu mengikuti dan menyulitkan
Aku berharap dapat mengusir mereka atau setidaknya bersembunyi
Tetapi seperti pada akhir permainan petak umpet, mereka selalu menemukanku

Terkadang aku tersesat dalam hutan pikiranku sendiri
Dalam beberapa waktu aku dapat meyakinkan diriku sendiri bahwa aku hanya berjalan beberapa langkah keluar dari jalur dan dapat kembali ke jalur yang benar kapan saja
Tetapi hingga waktu terus berlari aku masih tidak tahu di mana aku berada
Di saat itulah aku mengakui bahwa aku telah melangkah jauh keluar dari jalur tersebut
Aku benar-benar tersesat dan tidak tahu arah

Cukup, aku tidak ingin terus bermain dengan rasa sakit dan kesepian
Aku lebih kuat dari rasa sakit dan aku lebih berani dari kesepian
Betapa mengejutkan, hanya dengan kalimat itu rasa sakit dan kesepian menguap dan akhirnya menghilang

Aku telah menemukan penangkal mereka
Melupakan hanya butuh kekuatan dan keberanian

Saturday, November 06, 2010

What I Do Feel Now

It hurts to love someone when we can't tell them what we really feel.
Because sometimes we get hurt without them knowing.
We get jelous even if we have no right to feel that way.
We want their time even if we are not in the position to demand for it.
Although our hearts are breaking in silence, we still continue to love them because somehow in this hurtful love there is still hope of having simple moments with them even it means being just a friend.

Wednesday, October 13, 2010

The Colorful Turns to Black

Dalam waktu kurang dari 24 jam aku sudah mengerti.
Pertanyaan itu, aku sudah punya jawabannya.
Lembaran itu, aku sudah siap untuk mengisinya.
Sepertinya aku harus membeli banyak spidol hitam untuk sekarang dan seterusnya.
Kau telah memilih salah seorang dari wanita-wanita cantik itu.
Ya, sekarang aku benar-benar harus melupakan warna spidolmu.
Tak peduli seberapa aku tidak menginginkan itu, aku tetap harus membakar lembaran yang pernah kau tulis.
Tak peduli seberapa sulit itu, aku tetap harus melakukannya.
Tak peduli seberapa sakit itu, aku tetap harus berusaha.
Sejujurnya aku hanya ingin menutup lembaran itu, bukan membakarnya.
Tetapi sesuatu yang telah ditutup bisa terbuka kembali, dan aku tak yakin bisa menutupnya kembali.
Oh sudahlah akhiri saja di sini.
Inilah keputusanku, good bye my colorful marker, welcome my black marker :)

You as My Colorful Marker

Sulit mengharapkanmu ketika melihat kau bersama mereka.
Dikelilingi oleh wanita-wanita cantik kau pun pasti tak akan melihatku.
Aku tak seperti mereka yang elok nan rupawan.
Aku seperti ini, lembaran putih yang berharap kau sebagai spidol aneka warna akan menulis cerita tentang kita.
Oh, lupakan tentang itu karena lembaran putih itu akan selamanya putih.
Aku mencoba mencari spidol lain tapi tak kunjung kutemukan warna yang pas.
Aku lekas mencari warna spidol yang sama denganmu tapi aku tahu itu hanya mirip, tidak identik.
Melupakan warna spidolmu sama dengan membakar lembaran yang telah kau tulis di awal pertemuan kita, sesuatu yang sangat tidak ingin aku lakukan.
Sekarang lembaranku hanya berisi tentang pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya ada pada diriku sendiri.
Apa yang harus aku lakukan sekarang?
Apakah aku harus melupakanmu?
Apakah ini saatnya untuk aku melupakanmu?
Atau apakah aku akan terus berharap akan dirimu?

Saturday, October 02, 2010

Love isn't Fair

Finally I could forget him
At present, I don't wanna love someone 
It hurts when you love someone but he never look at you 
I'm ashamed to say I was traumatized

But love isn't fair
Love comes by itself and continues to bother me
I find myself can't stop thinking about you
I hear my heartbreak every time I see you

You come to my life
You fill an empty room in my heart
You make my eyes to see you
You make me fall in love with you

I don't wanna this happen to me
I don't wanna fall into the same hole twice
I don't wanna feel this hurt again
I don't wanna feel this pain anymore

Finally,
I need to know what I should do
Should I fight for love and maybe feel hurt again?
Or should I escape this love and losing you?